Les Privat IPA di Solo

Les Privat IPA di Solo

Les Privat IPA di Solo – kita semua dilahirkan dengan rasa ingin tahu yang besar dan tidak pernah terpuaskan. Kita juga memiliki peralatan untuk memuaskan rasa ingin tahu kita. Global warning merupakan cara yang efektif bagi seseorang untuk belajar. Nah dari sini di ketahui bahwa anak usia 6-7 tahun sangat menyerap berbagai fakta, sifat – sifat kritis dan kerumitan bahasa dengan cara yang menyenangkan. Proses ini didukung oleh lingkungan sehingga anak bisa tetap belajar apa saja. Inilah potensi scientis yang ada dalam diri si anak.

Potensi scientis dibawa oleh anak dalam kehidupan sehari – hari pada umumnya, berhadapan dengan dunia IPA mulai dari yang sederhana sampai yang membutuhkan pemikiran kompleks. Anak secara alami terdorong untuk mempelajari apa yang berkaitan dengan IPA. Maka tugas pendidikan adalah mengkolaborasi guru dan siswa untuk mengenbangkan potensi sainstis siswa secara optimal sejak kecil, melalui pembelajaran yang dikelola secara professional.

Pembelajaran IPA di SD merupakan wahana untuk membekali keterampilan masing – masing siswa dan sikap yang diperlukan untuk menghadapi pendidikan selanjutnya untuk menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan. Pembelajaran IPA sejak dini akan menghasilkan generasi yang melek sains yang akan membuat mereka bisa menghadapi tantangan yang semakin kompetitif. Sehingga mereka bisa ikut serta memilih dan mengolah informasi yang akan digunakan untuk mengambil keputusan.

Berkaitan dengan pembelajaran IPA di Indonesia, permasalahan dikelompokan menjadi 2 yaitu permasalahan eksternal dan permasalahan internal. Dari kedua permasalahan ini diperlukan solusi agar tujuan pendidikan Indonesia terwujud.

Permasalahan yang dari factor eksternal antara lain. Pertama, kurikulum di Indonesia yang sering berganti – ganti. Yang saat ini digunakan adalah KTSP. Namun, KTSP masih menuai banyak permaslahan antara lain keterlibatan guru dalam penyusunan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Kenyataannya sampai saat ini sekolah masih tergantung dengan model kurikulum pusat. Pikah sekolah hanya memodifikasi dari model yang dikembangkan oleh direktorat terkait, sekolah masih merasa takut untuk mengembangkan lebih lanjut. Setiap sekolah di Indonesia memiliki karakteristik kedaerahan yang berbeda, dengan hal ini tentunya pengelolaan KTSP juga harus berbeda – beda.

Kedua bahan ajar, guru mengalami kesulitan menentukan materi atau bahan ajar yang tepat. Hal ini dikarenakan dalam silabus materi bahan ajar hanya di tuliskan dalam garis besar saja. Tugas guru adalah menjabarkan materi tersebut dengan lengkap. Selain itu pemanfaatan bahan ajar juga merupakan masalah. Masalahanya adalah bagai mana bahan ajar ditinjau dari pihak guru dan bagaimana jika ditinjau dari pihak siswa. Masalah lain adalah memilih sumber dimana bahan ajar itu bisa di dapatkan.

Ketiga, kopentensi guru ketika mengajar, ini berkaitan dengan guru yang belum siap mengajar, guru yang belum memahami bahan ajar atau guru yang tidak bisa memunculkan minat belajar siswa. Solusinya adalah dari guru itu sendiri. Bagaimana minat guru untuk memahami bahan ajar. Selain itu guru harus membuat metode belajar yang meningkatkan minat belajar siswa.

Keempat, sarana dan prasarana sekolah yang mendukung. Bagaimana siswa akan belajar IPA jika sekolah tidak memiliki laboratorium IPA. Karena laboratorium merupakan salah satu media pembelajaran IPA yang mendukung siswa dalam pemahaman terhadap teori yang di sampaikan guru Les Privat IPA di Solo di kelas.

Sedangkan pemasalahan yang berasal dari factor internal antara lain pertama karakter dari siswa. Karakter siswa dalam satu kelas tentunya berbeda – beda. Perbedaan ini akan berpengaruh terhadap kondisi siswa dalam belajar.

Kedua kemahnya motivasi belajar siswa. Beberapa hal yang menyebabkan menurunnya motivasi belajar antara lain kurangnya perhatian guru terhadap siswanya, siswa yang bosan terhadap materi yang di berikan. Dalam hal ini sebaiknya yang dilakukan guru Les Privat IPA di Solo adalah memberikan siswa motivasi misalnya dalam hal pengetahuan yang beru. Perhatian guru dapat dilakukan dengan mengajar lebih aktif dan berkeliling.

Ketiga, konsentrasi belajar dari siswa dalam menerima pelajaran. Solusinya untuk yang satu ini adalah sebaiknya orang tua mendatangkan guru Les Privat IPA di Solo. Karena ini berkaitang dengan konsentrasi. Mungkin saja siswa memang tidak bisa menerima materi yang berat dalam keadaan kelas yang ramie. Maka dari itu dengan mendatangkan guru Les Privat IPA di Solo siswa akan belajar dengan penuh konsentrasi karena tempat belajarnya di rumah dan dengan satu guru satu siswa.

Les Privat Solo menjadi pilihat tepat untuk kebutuhan Les Privat IPA di Solo bersama Bimbel Gama Cendekia.